. A. KEBUDAYAAN
YOGYAKARTA
Daerah istimewa jogjakarta memiliki berbagai macam
budaya, dari kesenian contohnya tarian, seni rupa, seni musik dan yang lainnya.
di yogyakarta sendiri juga memiliki berbagai macam adat dan tradisi, upacara
adat adalah salah satu kebudayaan yang sampai saat ini masih sering dilakukan
oleh masyarakan diYogyakarta. Dari bahasa daerahnya sendiri, di yogyakarta
merupakan pusat bahasa dan sastra jawa, yang di antaranya :
merupakan pusat bahasa dan sastra jawa, yang di antaranya :
a. Parasan
Yaitu upacara potong rambut yang pertama kali bagi
seorang putra sultan. Dilakukan saat bayi berumur selapan (35) hari.
Perlengkapannya .: sajen-sajen, air dengan bunga
setaman, handuk, sabun, alat cukur, dan pakaian bayi.
Jalannya upacara :
Setelah semua perlengkapan siap di tempat upacara,
Sri Sultan hadir dan duduk di atas kasur (Palenggahan Dalem), kemudian
memerintahkan kepada kyai pengulu untuk memulai do’a bagi putera sultan yang
akan di cukur. Setelah do’a selesai, segera Sri Sultan mencukur rambut
puteranya, dilanjutkan oleh ibunya hingga selesai. Rambut selanjutnya ditanam,
setelah itu, bayi segera dimandikan dengan air bunga dan diberi pakaian yang
bagus, dan upacarapun selesai.
b. Siraman Pusaka
Yaitu Upacara membersihkan segala bentuk pusaka yang
menjadi milik Kraton. Diadakan setiap bulan Suro pada hari Jum’at Kliwon atau
Selasa Kliwon dari pagi hingga siang hari. Biasanya dilakukan selama dua hari.
Adapun bentuk pusaka yang dibersihkan antara lain: tombak, keris, pedang,
kereta, ampilan (banyak dhalang sawunggaling), dan lain-lain.
Pusaka yang dianggap paling penting yaitu: tombak
K.K. Ageng Plered, keris K.K. Ageng Sengkelat, kereta K. Nyai Jimat. Khusus Sri
Sultan membersihkan K.K. Ageng Plered dan Kyai Ageng Sengkelat, setelah itu
selesai baru pusaka yang lain dibersihkan oleh para Pangeran, Wayah Dalem dan
Bupati.
B. TARI-MENARI
KEBUDAYAAN YOGYAKARTA
Tari serimpi termasuk tarian asal
dari daerah yogkarta yang merupakan sebuah tarian klasik dari Yogyakarta.
Tarian ini ditampilkan oleh empat orang penari wanita yang cantik dan anggun.
Kata serimpi itu sendiri berarti empat. Namun ada juga Serimpi yang ditarikan
oleh lima penari yaitu pada Serimpi Renggowati. Pertunjukkan tarian Serimpi
biasanya berlangsung selama ¾ jam sampai 1 jam pakaian yang dikenakan oleh
penari juga mengalami perkembangan dari sebelumnya. Jika awalnya pakaian yang
dikenakan seperti pakaian pengantin putri Kraton dengan gelung bokor sebagai
hiasan kepala dan dodotan, saat ini kostum penari beralih menjadi pakaian tanpa
lengan, gelung dengan hiasan bunga ceplok, dan hiasan kepala bulu burung
kasuari. Karakteristik dari penari Serimpi adalah mengenakan keris kecil yang
diselipkan di bagian depan menyilang ke kiri.
Tari golek termasuk juga tarian
yang berasal dari Yogyakarta yang merupakan jenis wayang yang dibuat dari bahan
kayu, yang memakai busana, layaknya manusia. Jenis wayang ini berkembang di
Jawa Tengah Bagian Barat dan Jawa Barat. Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan
Hamengku Buwono IX, insipiasi penciptaan diperoleh setelah Sri Sultan Hamengku
Buwono IX melihat pentas Wayang Golek Menak di daerah eks-Karesidenan Kedu,
Jawa Tengah bagian Barat.
C. BATIK
YOGYAKARTA
Batik adalah seni melukis dilakukan
diatas kain dengan menggunakan lilin atau malam sebagai pelindung untuk
mendapatkan ragam hias diatas kain tersebut.
Batik Lasem merupakan batik bergaya
pesisiran yang kaya motif dan warna. Nuansa multikultur sangat terasa pada
lembaran batik Lasem. Kombinasi motif dan warna batik Lasem yang terpengaruh
desain budaya Tionghoa, Jawa, Lasem, Belanda, Champa, Hindu, Buddha serta Islam tampak berpadu
demikian serasi, anggun dan memukau.
Kuliner yang saya ketahui yaitu :
Bakmi Jawa di Yogyakarta jelas
sangat berbeda dan memiliki khas tersendiri, Selain rasanya yang gurih, . Bakmi
Jawa biasanya di masak dengan menggunakan Anglo ( tungku dari tanah liat dengan
bahan baku arang ).
Mangut Lele, sesuai namanya
menawarkan masakan olahan dari ikan lele. Tidak seperti masakan lele biasa,
lele sebelum dimasak bersama kuah santan gurih dan pedas seperti kuah gulai,
lele terlebih dahulu dibakar diatas tungku, sehingga dagingnya matang saat
pembakaran. Menu Warung Sego Gudeg Geneng Mbah Marto selain Mangut Lele, antara
lain: Ceker, Gudeg Setengah Kering, Sambal Krecek, Sate Keong, Garang Asem,
dll.

