Minggu, 28 Desember 2014

Budaya yogyakarta

 .               A.      KEBUDAYAAN YOGYAKARTA

Daerah istimewa jogjakarta memiliki berbagai macam budaya, dari kesenian contohnya tarian, seni rupa, seni musik dan yang lainnya. di yogyakarta sendiri juga memiliki berbagai macam adat dan tradisi, upacara adat adalah salah satu kebudayaan yang sampai saat ini masih sering dilakukan oleh masyarakan diYogyakarta. Dari bahasa daerahnya sendiri, di yogyakarta
merupakan pusat bahasa dan sastra jawa, yang di antaranya :

a. Parasan
Yaitu upacara potong rambut yang pertama kali bagi seorang putra sultan. Dilakukan saat bayi berumur selapan (35) hari.
Perlengkapannya .: sajen-sajen, air dengan bunga setaman, handuk, sabun, alat cukur, dan pakaian bayi.
Jalannya upacara :
Setelah semua perlengkapan siap di tempat upacara, Sri Sultan hadir dan duduk di atas kasur (Palenggahan Dalem), kemudian memerintahkan kepada kyai pengulu untuk memulai do’a bagi putera sultan yang akan di cukur. Setelah do’a selesai, segera Sri Sultan mencukur rambut puteranya, dilanjutkan oleh ibunya hingga selesai. Rambut selanjutnya ditanam, setelah itu, bayi segera dimandikan dengan air bunga dan diberi pakaian yang bagus, dan upacarapun selesai.

b. Siraman Pusaka
Yaitu Upacara membersihkan segala bentuk pusaka yang menjadi milik Kraton. Diadakan setiap bulan Suro pada hari Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon dari pagi hingga siang hari. Biasanya dilakukan selama dua hari. Adapun bentuk pusaka yang dibersihkan antara lain: tombak, keris, pedang, kereta, ampilan (banyak dhalang sawunggaling), dan lain-lain.
Pusaka yang dianggap paling penting yaitu: tombak K.K. Ageng Plered, keris K.K. Ageng Sengkelat, kereta K. Nyai Jimat. Khusus Sri Sultan membersihkan K.K. Ageng Plered dan Kyai Ageng Sengkelat, setelah itu selesai baru pusaka yang lain dibersihkan oleh para Pangeran, Wayah Dalem dan Bupati.
 



         B.    TARI-MENARI KEBUDAYAAN YOGYAKARTA


Tari serimpi termasuk tarian asal dari daerah yogkarta yang merupakan sebuah tarian klasik dari Yogyakarta. Tarian ini ditampilkan oleh empat orang penari wanita yang cantik dan anggun. Kata serimpi itu sendiri berarti empat. Namun ada juga Serimpi yang ditarikan oleh lima penari yaitu pada Serimpi Renggowati. Pertunjukkan tarian Serimpi biasanya berlangsung selama ¾ jam sampai 1 jam pakaian yang dikenakan oleh penari juga mengalami perkembangan dari sebelumnya. Jika awalnya pakaian yang dikenakan seperti pakaian pengantin putri Kraton dengan gelung bokor sebagai hiasan kepala dan dodotan, saat ini kostum penari beralih menjadi pakaian tanpa lengan, gelung dengan hiasan bunga ceplok, dan hiasan kepala bulu burung kasuari. Karakteristik dari penari Serimpi adalah mengenakan keris kecil yang diselipkan di bagian depan menyilang ke kiri.

Tari golek termasuk juga tarian yang berasal dari Yogyakarta yang merupakan jenis wayang yang dibuat dari bahan kayu, yang memakai busana, layaknya manusia. Jenis wayang ini berkembang di Jawa Tengah Bagian Barat dan Jawa Barat. Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, insipiasi penciptaan diperoleh setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX melihat pentas Wayang Golek Menak di daerah eks-Karesidenan Kedu, Jawa Tengah bagian Barat.


       C.  BATIK YOGYAKARTA

Batik adalah seni melukis dilakukan diatas kain dengan menggunakan lilin atau malam sebagai pelindung untuk mendapatkan ragam hias diatas kain tersebut.

Batik Lasem merupakan batik bergaya pesisiran yang kaya motif dan warna. Nuansa multikultur sangat terasa pada lembaran batik Lasem. Kombinasi motif dan warna batik Lasem yang terpengaruh desain budaya Tionghoa, Jawa, Lasem, Belanda, Champa,  Hindu, Buddha serta Islam tampak berpadu demikian serasi, anggun dan memukau.

        D. KULINER YOGYAKARTA

Kuliner yang saya ketahui yaitu :

Bakmi Jawa di Yogyakarta jelas sangat berbeda dan memiliki khas tersendiri, Selain rasanya yang gurih, . Bakmi Jawa biasanya di masak dengan menggunakan Anglo ( tungku dari tanah liat dengan bahan baku arang ).
Mangut Lele, sesuai namanya menawarkan masakan olahan dari ikan lele. Tidak seperti masakan lele biasa, lele sebelum dimasak bersama kuah santan gurih dan pedas seperti kuah gulai, lele terlebih dahulu dibakar diatas tungku, sehingga dagingnya matang saat pembakaran. Menu Warung Sego Gudeg Geneng Mbah Marto selain Mangut Lele, antara lain: Ceker, Gudeg Setengah Kering, Sambal Krecek, Sate Keong, Garang Asem, dll.