HUBUNGAN
DENGAN BUDAYA DAN ETIKA
DISUSUN
OLEH :
Aprillia Dwi Yanthy 11214469
Kelas
: 3EA43
MATA
KULIAH ETIKA BISNIS
Dosen
: STEVANI ADINDA NURUL HUDA, SE., M.IBF
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
PENDAHULUAN
Budaya merupakan
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya yang ada ini terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga
budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang
berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah
suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan menentukan
kegiatan berbisnis. Sebagai kegiatan sosial,
bisnis dengan banyak cara terjalin dengan
kompleksitas masyarakat modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan
adalah hal yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan
banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada
batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan.
Perilaku etis dalam kegiatan
berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu
sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika
dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang
menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut
menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik, juga
dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral.
Dalam kenyataanya budaya sangat
berpengaruh terhadap kelancaran dalam dunia bisnis baik dalam perkembangna
dalam bisnis skala nasional maupun skala internasional. Sesuatu hal baru yang
tidak sesuai dengan kebudayaan suatu bangsa akan sulit diterima atau berkembang
didalam Negara tersebut.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Budaya
Budaya bisnis adalah model atau gaya dari operasional bisnis
di dalam perusahaan. Budaya bisnis menentukan bagaimana tingkatan yang berbeda
dari para staf berkomunikasi dengan satu sama lain dan juga bagaimana para
karyawan berhubungan dengan para klien dan pelanggan.
Budaya mengilustrasikan norma-norma dan nilai-nilai yang
diterima dan perilaku tradisional dari
suatu kelompok. Budaya juga berkembang dari waktu ke waktu. Budaya dari setiap
negara memiliki kepercayaan, nilai-nilai dan aktivitasnya sendiri. Dengan kata
lain, budaya bisa didefinisikan sebagai seperangkat kepercayaan, nilai-nilai
dan sikap kolektif yang terus berkembang.
Budaya adalah komponen kunci dalam bisnis dan memiliki
pengaruh terhadap arah strategis dari bisnis. Budaya mempengaruhi manajemen,
keputusan dan semua fungsi bisnis dari mulai pembukuan sampai kepada produksi.
Budaya bisnis adalah berkaitan dengan tingkah laku, etika, etiket, dan masih
banyak lagi. Budaya bisnis meliputi segala nilai-nilai, visi, gaya bekerja,
kepercayaan dan kebiasaan dari organisasi.
Budaya dari tempat kerja adalah apa yang membuat organisasi
menjadi seperti adanya ia. Budaya organisasi pada dasarnya tidak berbeda dengan
budaya etnis kecuali bahwa dalam organisasi ada banyak orang dari berbagai
latar belakang yang berbeda. Hubungan lintas budaya ini bisa menjelma menjadi
suatu pemahaman yang mendorong meningkatnya kualitas tempat kerja dan komunitas
yang lebih baik. Budaya di dalam kantor menciptakan karakter unik bagi
perusahaan yang mana akan membantu mereka dalam membedakan dirinya dari seluruh
kompetitor yang ada. Ia juga mendefinisikan standar dan seperangkat prosedur
yang memberi perusahaan dan karyawan suatu arah dalam melaksanakan pekerjaan
harian mereka. Budaya akan menyatukan orang-orang dan memungkinkan mereka untuk
belajar dari satu sama lain dan berusaha untuk menjadi yang terbaik yang bisa
mereka lakukan. Tidak ada perusahaan yang akan bertahan tanpa adanya budaya.
Ada dua model budaya dalam perusahaan, yaitu budaya yang
kuat dan yang lemah. Di dalam budaya yang kuat, para karyawan memiliki perasaan
semangat dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan, regulasi dan filosofi
organisasi. Budaya jenis ini akan membuat para karyawan merasa terdorong dan
dihargai yang mana akan memberi kontribusi positif terhadap kesehatan
perusahaan. Dalam budaya organisasi yang lemah, para karyawan akan merasa
tersesat, tidak termotivasi dan bekerja di bawah perasaan takut. Ini tentu akan
semakin melemahkan organisasi jika tidak segera dilakukan perubahan.
Terdapat cara bagi para pelaku bisnis internasional atau
negeri sendiri untuk menyesuaikan diri atau hidup dengan budaya-budaya lain
yaitu menyadari bahwa adanya budaya yang berbeda dari budayanya sendiri dan
mereka harus mempelajari karakteristik dari budaya-budaya tersebut sehingga
dapat beradaptasi. Tetapi menurut E.T. Hall terdapat dua cara untuk
menyesuaikan diri dari budaya moral lain yaitu:
1.
Menghabiskan seumur hidup disuatu negara tersebut.
2.
Menjalani suatu program pelatihan yang sangat canggih dan ekstensif yang
mencakup karakteristik-karakteristik
utama dari suatu budaya, termasuk budaya.
Terdapat enam nasihat atau cara dalam melakukan bisnis
lintas budaya internasional antara lain:
1. Lakukanlah persiapan.
2. Jangan terburu-buru.
3. Bangkitkan kepercayaan.
4. Memahami pentingnya bahasa.
5. Menhormati budaya.
6. Memahami unsur-unsur budaya.
Budaya juga sangat mempengaruhi
semua fungsi bisnis misalnya dalam pemasaran, beraneka ragam sikap dan nilai
menghambat banyak perusahaan untuk mengunakan bauran pemasaran yang sama
disemua pasar. Begitu juga dalam manajemen sumber daya manusia, budaya nasional
merupakan kunci penentu untuk mengevaluasi para manajer, serta dalam produksi
dan keuangan faktor budaya sangat berpengaruh dalam kegiatan produksi dan
keuangan.
B. Pengertian Etika
Etika
bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh
aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika
Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku
karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan
pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan
meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis
dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati
kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar
dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai
pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang
luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Tiga pendekatan dasar dalam
merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1. Utilitarian Approach : setiap
tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak
seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat
sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan
dengan biaya serendah-rendahnya.
2. Individual Rights Approach : setiap
orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati.
Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila
diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.
Justice Approach : para pembuat
keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan
pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Adapun
tujuan etika bisnis adalah untuk menjalankan dan menciptakan sebuah bisnis
seadil mungkin serta menyesuaikan hukum yang sudah dibuat. Selain itu, juga
dimaksudkan untuk menghilangkan ketergantungan pada sebuah kedudukan individu
maupun perusahaan.
Etika bisnis ini tingkatannya lebih luas jika dibanding
dengan ketentuan yang sudah diatur berdasarkan hukum yang berlaku, bahkan jika
dibandingkan dengan standar minimal dari ketentuan hukum maka etika bisnis
menjadi standar atau ukuran yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan, dalam
kegiatan berbisnis tidak jarang kita jumpai adanya bagian abu-abu dan tidak
diatur berdasarkan ketentuan hukum.
Pengertian Etika Bisnis dan Fungsi
Penerapan Etika Bisnis. Dalam penerapan etika bisnis ini tentu akan adalah
nilai plus atau keuntungan tersendiri bagi sebuah perusahaan, baik dalam jangka
waktu yang panjang maupun menengah. Adapun fungsi etika bisnis diantaranya
adalah dapat mengurangi dana yang diakibatkan dari pencegahan yang kemungkinan
terjadinya friksi atau perpecahan, baik dari intern perusahaan itu sendiri
maupun ekstern.
Selain
itu, dalam penerapan etika bisnis ini juga berfungsi untuk membangkitkan
motivasi pekerja agar terus meningkat, melindungi prinsip dalam kebebasan
berdagang atau berniaga, serta dapat meciptakan keunggulan dalam bersaing.
Secara
umum, suatu tindakan perusahaan yang kurang etis akan membuat konsumen menjadi
terpancing dan pada akhirnya muncullah sebuah tindakan pembalasan. Seperti
contoh adanya larang beredarnya suatu produk, gerakan pemboikotan, dan yang
sejenisnya, maka yang terjadi adalah penurunan nilai jual dan juga perusahaan.
Hal ini tentu berbeda dengan suatu
perusahaan yang menghargai adanya etika bisnis, pasti akan mendapatkan
peringkat kepuasan yang lebih tinggi. Nah, sampai disini pembahasan kita
tentang pengertian etika bisnis, selamat untuk Anda yang berani masuk dalam
dunia bisnis dan tentunya dengan menjunjung tinggi adanya etika bisnis.
C. Hubungan Budaya Dan Etika
Hubungan antara budaya dengan etika
: Meta-ethical cultural relativism merupakan cara pandang secara filosofis yang
yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yang absolut, kebenaran harus
selalu disesuaikan dengan budaya dimana kita menjalankan kehidupan soSial kita
karena setiap komunitas sosial mempunyai cara pandang yang berbeda-beda
terhadap kebenaran etika.
Etika erat
kaitannya dengan moral. Etika atau moral dapat digunakan okeh manusia sebagai
wadah untuk mengevaluasi sifat dan perangainya. Etika selalu berhubungan dengan
budaya karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika
mempunyai nilai kebenaran yang harus selalu disesuaikan dengan kebudayaan
karena sifatnya tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung
budaya yang berlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita
jalani.
Baik atau
buruknya suatu perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral
sebaiknya disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku, sehingga suatu hal
dikatakan baik apabila sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial
tersebut. Sebagai contoh orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid
(membunuh anak) adalah tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika
dan negara lainnya tindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.
Suatu
premis yang disebut dengan “Dependency Thesis” mengatakan “All moral principles
derive their validity from cultural acceptance”. Penyesuaian terhadap
kebudayaan ini sebenarnya tidak sepenuhnya harus dipertahankan dan dibutuhkan
suatu pengembangan premis yang lebih kokoh.
PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan adalah kumpulan nilai,
kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dan sikap yang membedakan suatu masyarakat
dari yang lainnya. Kebudayaan suatu masyarakat menentukan ketentuan- ketentuan
yang mengatur bagaimana perusahaan dijalankan dalam masyarakat tersebut.
Etika adalah kebiasaan yang baik
yang ada dalam masyarakat yang diturunkan dari generasi ke generasi, agak
berbeda dengan estetika yang bercerita tentang indah dan kurang indah, logika
yang bercerita tentang benar dan salah, etika bercerita tentang baik buruk.
Etika menjadi sandaran budaya,
budaya adalah cara bagaimana kita melakukan sesuatu, tentu saja cara itu adalah
cara yang baik karena bersandar pada etika. Etika bisnis yaitu salah satu etika
terapan yang merupakan standar moral yang dijadikan pedoman dalam berperilaku
dalam bisnis. Budaya perusahaan merupakan bagian dari etika bisnis. Budaya
perusahaan merupakan kebiasaan yang baik yang dilakukan oleh perusahaan, ini merupakan
pembeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://primaimaa.blogspot.co.id/2017/01/softskill-bab-8-etika-bisnis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar