Sabtu, 15 April 2017

HUBUNGAN DENGAN BUDAYA DAN ETIKA





HUBUNGAN DENGAN BUDAYA DAN ETIKA

                                                                                       

  



 DISUSUN OLEH :

  Aprillia Dwi Yanthy                 11214469

Kelas : 3EA43

MATA KULIAH ETIKA BISNIS
Dosen : STEVANI ADINDA NURUL HUDA, SE., M.IBF

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017





PENDAHULUAN
Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya yang ada ini terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. 
Banyak faktor yang mempengaruhi dan menentukan kegiatan berbisnis. Sebagai kegiatan sosial, bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas masyarakat modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah hal yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan.
Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik, juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral.
Dalam kenyataanya budaya sangat berpengaruh terhadap kelancaran dalam dunia bisnis baik dalam perkembangna dalam bisnis skala nasional maupun skala internasional. Sesuatu hal baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan suatu bangsa akan sulit diterima atau berkembang didalam Negara tersebut.

 PEMBAHASAN
A.    Pengertian Budaya
Budaya bisnis adalah model atau gaya dari operasional bisnis di dalam perusahaan. Budaya bisnis menentukan bagaimana tingkatan yang berbeda dari para staf berkomunikasi dengan satu sama lain dan juga bagaimana para karyawan berhubungan dengan para klien dan pelanggan.
Budaya mengilustrasikan norma-norma dan nilai-nilai yang diterima dan perilaku  tradisional dari suatu kelompok. Budaya juga berkembang dari waktu ke waktu. Budaya dari setiap negara memiliki kepercayaan, nilai-nilai dan aktivitasnya sendiri. Dengan kata lain, budaya bisa didefinisikan sebagai seperangkat kepercayaan, nilai-nilai dan sikap kolektif yang terus berkembang.
Budaya adalah komponen kunci dalam bisnis dan memiliki pengaruh terhadap arah strategis dari bisnis. Budaya mempengaruhi manajemen, keputusan dan semua fungsi bisnis dari mulai pembukuan sampai kepada produksi. Budaya bisnis adalah berkaitan dengan tingkah laku, etika, etiket, dan masih banyak lagi. Budaya bisnis meliputi segala nilai-nilai, visi, gaya bekerja, kepercayaan dan kebiasaan dari organisasi.
Budaya dari tempat kerja adalah apa yang membuat organisasi menjadi seperti adanya ia. Budaya organisasi pada dasarnya tidak berbeda dengan budaya etnis kecuali bahwa dalam organisasi ada banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Hubungan lintas budaya ini bisa menjelma menjadi suatu pemahaman yang mendorong meningkatnya kualitas tempat kerja dan komunitas yang lebih baik. Budaya di dalam kantor menciptakan karakter unik bagi perusahaan yang mana akan membantu mereka dalam membedakan dirinya dari seluruh kompetitor yang ada. Ia juga mendefinisikan standar dan seperangkat prosedur yang memberi perusahaan dan karyawan suatu arah dalam melaksanakan pekerjaan harian mereka. Budaya akan menyatukan orang-orang dan memungkinkan mereka untuk belajar dari satu sama lain dan berusaha untuk menjadi yang terbaik yang bisa mereka lakukan. Tidak ada perusahaan yang akan bertahan tanpa adanya budaya.

Ada dua model budaya dalam perusahaan, yaitu budaya yang kuat dan yang lemah. Di dalam budaya yang kuat, para karyawan memiliki perasaan semangat dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan, regulasi dan filosofi organisasi. Budaya jenis ini akan membuat para karyawan merasa terdorong dan dihargai yang mana akan memberi kontribusi positif terhadap kesehatan perusahaan. Dalam budaya organisasi yang lemah, para karyawan akan merasa tersesat, tidak termotivasi dan bekerja di bawah perasaan takut. Ini tentu akan semakin melemahkan organisasi jika tidak segera dilakukan perubahan.
Terdapat cara bagi para pelaku bisnis internasional atau negeri sendiri untuk menyesuaikan diri atau hidup dengan budaya-budaya lain yaitu menyadari bahwa adanya budaya yang berbeda dari budayanya sendiri dan mereka harus mempelajari karakteristik dari budaya-budaya tersebut sehingga dapat beradaptasi. Tetapi menurut E.T. Hall terdapat dua cara untuk menyesuaikan diri dari budaya moral lain yaitu:
1. Menghabiskan seumur hidup disuatu negara tersebut.
2. Menjalani suatu program pelatihan yang sangat canggih dan ekstensif yang mencakup      karakteristik-karakteristik utama dari suatu budaya, termasuk budaya.
Terdapat enam nasihat atau cara dalam melakukan bisnis lintas budaya internasional antara lain:
  1.   Lakukanlah persiapan.
2.    Jangan terburu-buru.
3.    Bangkitkan kepercayaan.
4.    Memahami pentingnya bahasa.
5.    Menhormati budaya.
6.    Memahami unsur-unsur budaya.
Budaya juga sangat mempengaruhi semua fungsi bisnis misalnya dalam pemasaran, beraneka ragam sikap dan nilai menghambat banyak perusahaan untuk mengunakan bauran pemasaran yang sama disemua pasar. Begitu juga dalam manajemen sumber daya manusia, budaya nasional merupakan kunci penentu untuk mengevaluasi para manajer, serta dalam produksi dan keuangan faktor budaya sangat berpengaruh dalam kegiatan produksi dan keuangan.

B.     Pengertian Etika
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.      Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.      Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.      Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Adapun tujuan etika bisnis adalah untuk menjalankan dan menciptakan sebuah bisnis seadil mungkin serta menyesuaikan hukum yang sudah dibuat. Selain itu, juga dimaksudkan untuk menghilangkan ketergantungan pada sebuah kedudukan individu maupun perusahaan.
Etika bisnis ini tingkatannya lebih luas jika dibanding dengan ketentuan yang sudah diatur berdasarkan hukum yang berlaku, bahkan jika dibandingkan dengan standar minimal dari ketentuan hukum maka etika bisnis menjadi standar atau ukuran yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan, dalam kegiatan berbisnis tidak jarang kita jumpai adanya bagian abu-abu dan tidak diatur berdasarkan ketentuan hukum.
     Pengertian Etika Bisnis dan Fungsi Penerapan Etika Bisnis. Dalam penerapan etika bisnis ini tentu akan adalah nilai plus atau keuntungan tersendiri bagi sebuah perusahaan, baik dalam jangka waktu yang panjang maupun menengah. Adapun fungsi etika bisnis diantaranya adalah dapat mengurangi dana yang diakibatkan dari pencegahan yang kemungkinan terjadinya friksi atau perpecahan, baik dari intern perusahaan itu sendiri maupun ekstern.
Selain itu, dalam penerapan etika bisnis ini juga berfungsi untuk membangkitkan motivasi pekerja agar terus meningkat, melindungi prinsip dalam kebebasan berdagang atau berniaga, serta dapat meciptakan keunggulan dalam bersaing.
Secara umum, suatu tindakan perusahaan yang kurang etis akan membuat konsumen menjadi terpancing dan pada akhirnya muncullah sebuah tindakan pembalasan. Seperti contoh adanya larang beredarnya suatu produk, gerakan pemboikotan, dan yang sejenisnya, maka yang terjadi adalah penurunan nilai jual dan juga perusahaan.
           Hal ini tentu berbeda dengan suatu perusahaan yang menghargai adanya etika bisnis, pasti akan mendapatkan peringkat kepuasan yang lebih tinggi. Nah, sampai disini pembahasan kita tentang pengertian etika bisnis, selamat untuk Anda yang berani masuk dalam dunia bisnis dan tentunya dengan menjunjung tinggi adanya etika bisnis.


C.     Hubungan Budaya Dan Etika
Hubungan antara budaya dengan etika : Meta-ethical cultural relativism merupakan cara pandang secara filosofis yang yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yang absolut, kebenaran harus selalu disesuaikan dengan budaya dimana kita menjalankan kehidupan soSial kita karena setiap komunitas sosial mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap kebenaran etika.
Etika erat kaitannya dengan moral. Etika atau moral dapat digunakan okeh manusia sebagai wadah untuk mengevaluasi sifat dan perangainya. Etika selalu berhubungan dengan budaya karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika mempunyai nilai kebenaran yang harus selalu disesuaikan dengan kebudayaan karena sifatnya tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung budaya yang berlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita jalani.
Baik atau buruknya suatu perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral sebaiknya disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku, sehingga suatu hal dikatakan baik apabila sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial tersebut. Sebagai contoh orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid (membunuh anak) adalah tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika dan negara lainnya tindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.
Suatu premis yang disebut dengan “Dependency Thesis” mengatakan “All moral principles derive their validity from cultural acceptance”. Penyesuaian terhadap kebudayaan ini sebenarnya tidak sepenuhnya harus dipertahankan dan dibutuhkan suatu pengembangan premis yang lebih kokoh.

PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan adalah kumpulan nilai, kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dan sikap yang membedakan suatu masyarakat dari yang lainnya. Kebudayaan suatu masyarakat menentukan ketentuan- ketentuan yang mengatur bagaimana perusahaan dijalankan dalam masyarakat tersebut.
Etika adalah kebiasaan yang baik yang ada dalam masyarakat yang diturunkan dari generasi ke generasi, agak berbeda dengan estetika yang bercerita tentang indah dan kurang indah, logika yang bercerita tentang benar dan salah, etika bercerita tentang baik buruk.
Etika menjadi sandaran budaya, budaya adalah cara bagaimana kita melakukan sesuatu, tentu saja cara itu adalah cara yang baik karena bersandar pada etika. Etika bisnis yaitu salah satu etika terapan yang merupakan standar moral yang dijadikan pedoman dalam berperilaku dalam bisnis. Budaya perusahaan merupakan bagian dari etika bisnis. Budaya perusahaan merupakan kebiasaan yang baik yang dilakukan oleh perusahaan, ini merupakan pembeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://primaimaa.blogspot.co.id/2017/01/softskill-bab-8-etika-bisnis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar